Untuk mengakses womantalk lebih nyaman unduh appsnya!

10 Hal Tentang Ivanka Trump

2016-11-29 12:00:00.592467

¯¯¯¯¯

Kemenangan Donald Trump sebagai Presiden Terpilih Amerika Serikat (AS) cukup mengejutkan banyak kalangan. Dalam upayanya menggapai kemenangan, ia kerap dibantu oleh anggota keluarganya. Selain sang istri, Melania, salah satu sosok yang paling sering didengar membantu Donald semasa kampanye—juga di urusan perusahaan— adalah putri tertuanya, Ivanka. Berikut beberapa hal tentang perempuan yang bernama lengkap Ivanka Marie Trump ini:

1. Putri dari istri pertama Donald

Ivanka lahir pada tanggal 30 Oktober 1981 dari ibu keturunan Ceko. Orangtuanya bercerai ketika usia Ivanka 10 tahun. Dengan nama besar sang ayah dan profesi sang ibu sebagai model, tak heran sejak kecil hidup Ivanka sudah berada di bawah sorotan dunia.

2. Menjajal karier ibu

Kecantikan Ivanka sudah terlihat sejak kecil. Ia memiliki muka yang polos dengan rambut panjang pirang yang khas dan tinggi tubuh di atas rata-rata. Sejak remaja Ivanka sudah mendapatkan tawaran menjadi model. Ia pernah menjadi wajah di halaman depan majalah Seventeen dan menjadi model untuk iklan Tommy Hilfiger. Bahkan ia pernah menjadi salah satu model yang berjalan di panggung peraga mengenakan pakaian keluaran Versace dan Thierry Mugler.

3. Tidak suka jadi model

Kabar yang beredar di masa itu, ayahnya menyetujui pekerjaan Ivanka di bidang modelling dengan syarat nilainya di sekolah terus naik. Namun ada pula kabar yang mengatakan, Ivanka sengaja menjadi model sebagai alasan bisa keluar sejenak dari kehidupan di asrama sekolahnya. Tetapi dari pengalaman itu Ivanka belajar bahwa tak mudah menjadi model. Bahkan, dikutip dari The Guardian, selepas SMA, Ivanka berhenti jadi model. Alasannya, para model adalah perempuan paling jahat, kasar, dan sulit diajak berteman.

4. Kuliah di tempat ayah

Untuk dua tahun pertama, Ivanka berkuliah di Georgetown University, kemudian memutuskan pindah ke tempat ayahnya pernah berkuliah, University of Pennsylvania's Wharton Business School. Ia lulus dari jurusan Ekonomi di universitas tersebut pada tahun 2004.  

5. Tak bisa lepas dari bayang sang ayah

Selepas kuliah, Ivanka sempat mencoba bekerja di beberapa firma real estate yang bukan milik ayahnya. Ia melakukan ini untuk mencoba keluar dari bayang ayahnya. Namun hal ini hanya berlangsung beberapa saat dan kemudian memutuskan untuk bergabung di bisnis keluarganya. Saat ini Ivanka menjabat sebagai executive vice president of development & acquisitions di perusahaan milik ayahnya, Trump Organization. Ia fokus bekerja untuk bagian pengembangan real estate dan manajemen hotel.

6. Perempuan pekerja keras

Meski ia punya kemewahan dari ayahnya, Ivanka juga mencoba membangun bisnis dari namanya sendiri. Sejak tahun 2006 hingga saat ini, ia masih menjadi juri di acara reality show yang digagas sang ayah, Celebrity Apprentice. Ia juga punya beberapa bisnis sendiri, salah satunya bisnis fashion (busana, sepatu, tas, sepatu anak, kacamata, dan perhiasan). Sejak 2014, Ivanka menggaungkan hashtag #WomenWhoWork lewat situs gaya hidupnya yang mengulas tentang karier, fashion, dan nasihat hidup, khusus untuk perempuan yang sedang menjajaki karier.  

7. Kisah cinta penuh liku

Ivanka pertama kali bertemu lelaki yang kemudian menjadi suaminya, Jared Kushner, di tahun 2007. Kala itu mereka bertemu di sebuah acara makan siang bisnis. Kushner adalah seorang pengembang properti dan pemilik media New York Observer. Keduanya sempat berpisah karena orangtua Kushner tak menyetujui hubungan mereka. Namun kemudian mereka kembali berhubungan hingga Ivanka memutuskan pindah agama menjadi Yahudi menjelang pernikahan di tahun 2009.

8. Anak tetap yang utama

Di sela waktu sibuknya, Ivanka terlihat seringkali mengunggah foto ketiga anak-anaknya: Arabella (5 tahun), Joseph (2 tahun), dan Theodore (4 bulan). Meski sibuk, ia selalu mencoba untuk menyediakan waktu untuk ketiga anaknya.

9. Berteman dengan Chelsea Clinton

Meski bukan benar-benar bersahabat dekat, Ivanka juga bergaul di lingkup pertamanan yang sama dengan putri Hillary Clinton—lawan terberat Donald di pemilihan presiden lalu—Chelsea Clinton. Dalam sebuah wawancara dengan Cosmopolitan, Chelsea pernah berucap, “Saya berteman dengan Ivanka. Saya bersyukur dengan pertemanan kami. Saya tetap percaya, dan memang ini bagaimana saya dibesarkan oleh orangtua saya, bahwa persahabatan lebih penting dari politik.
 
10. Tak asing dengan cyberbullying

Dalam sebuah wawancara yang menanyakan apa programnya nanti, ibu tiri Ivanka, Melania--yang akan menjadi ibu negara AS--menyoroti pentingnya melawan cyberbullying. Ivanka pun tak asing dengan cyberbullying. Ia baru-baru ini dijadikan olokan saat ia mengucapkan 'happy birthday' kepada putranya, Theodore, yang baru berusia 8 bulan pada foto yang ia unggah di Instagram. Banyak yang mengomentari kalau usia 8 bulan berarti belum ulang tahun. Sebelumnya ia juga sempat menjadi bahan guyonan karena sempat 'menjual' semua pakaian yang ia kenakan saat pidato politik di akun sosial pribadinya dengan mencantumkan alamat tautan untuk membeli produk-produk keluarannya. Ia dianggap tak pantas mencampuradukkan panggung politik dengan dunia bisnisnya. Well, kita lihat saja bagaimana ibu tirinya mencoba mengubah cyberbullying ini.

 

  •   0
  •   0
Lihat Komentar Lainnya

Untuk dapat Ikut Berkomentar, silahkan download