Perhatikan Pakaian Anda Saat Liburan Di Uni Emirat Arab
Travel

Perhatikan Pakaian Anda Saat Liburan Di Uni Emirat Arab

Wisata religi bukan satu-satunya tujuan untuk singgah di kawasan Timur Tengah. Panorama alamnya yang memukau dan gedung pencakar langit, seperti yang dapat ditemui di Uni Emirat Arab, juga layak untuk dikunjungi. Sebelum siap-siap packing untuk liburan ke Dubai dan kota-kota lainnya di Uni Emirat Arab, Anda perlu memerhatikan dress code yang berlaku di sana.

Juni 2012, dua wanita asal Uni Emirat Arab memulai kampanye di Twitter untuk meningkatkan awareness terhadap cara berpakaian yang sopan bagi para turis. Hannan Al-Rayyes dan Asma Al-Muheiri mengaku gemas melihat gaya berbusana para turis yang berseliweran di mall menggunakan pakaian yang terbuka.

Melalui akun Twitter @UAEDressCode, Hannan dan Asma menyebutkan, poster imbauan berpakaian sopan yang dipasang di mall-mall seolah hanya pajangan semata. Tak sedikit orang yang mengabaikan aturan itu.

Keduanya menegaskan, para turis tidak mesti menggunakan hijab atau abaya serba tertutup. Gaya berbusana di Uni Emirat Arab lebih fleksibel dibandingkan Arab Saudi (masih ingat saat Michelle Obama di-blur stasiun televisi Arab Saudi karena tidak pakai hijab?). Hanya  para turis perlu membatasi agar pakaian yang dikenakan tidak terlalu minim.

Lalu, apa saja aturan berbusana yang perlu ditaati jika Anda berkunjung ke Uni Emirat Arab?

1. Menutup anggota tubuh dari pundak sampai lutut. Ini termasuk tidak boleh memakai tank top, busana berleher sabrina, atau hot pant. Rok boleh saja, asalkan panjangnya di bawah lutut.

2. Tight-fitting clothing is a big no-no! Sebagai alternatifnya, pilih palazzo pant bersiluet longgar agar kaki tetap sejuk di udara panas.

3. Tidak mesti menggunakan hijab, kecuali jika mengunjungi masjid.

4. Sesuaikan pakaian menurut lokasi dan peruntukannya. Jika ingin berolahraga, Anda boleh, kok, pakai yoga pant yang ketat. Begitu pula jika ingin memakai bikini di pantai, tapi hindari thong atau bikini tipis dan mungil.

5. Hindari memakai busana dengan logo yang ‘berbahaya’. Pakai kaus bertuliskan ‘I Love Bali’, sih, tidak masalah. Tapi kalau tulisannya ‘I Love Tel Aviv’ atau ‘I Love Israel’? Wah, bisa memancing keributan.

6. Pria boleh memakai celana pendek, asalnya panjangnya di bawah lutut.

7. Jika Anda berkunjung ke kota Sharjah dan Ajman, peraturannya lain lagi. Kedua daerah ini menerapkan hukum syariah yang ketat, sehingga Anda harus memakai busana yang menutup kedua lengan dan pundak, serta panjang mencapai mata kaki. Pria tidak boleh menggunakan celana pendek.

Cover: telegraph

 

  •   0
  •   Komentar ( 0 )