Kurang Tidur Bisa Memicu Pertengkaran Antara Pasangan Suami Istri

1505534415870
Article by elga_ | Contributor
  • Share
Kurang Tidur Bisa Memicu Pertengkaran Antara Pasangan Suami Istri

Sering terjadi pertengkaran dengan pasangan akhir-akhir ini? Mungkin alasannya karena Anda berdua kurang tidur. Kok, bisa?

Menurut sebuah penelitian terbaru, pasangan yang tidur kurang dari tujuh jam sehari lebih cenderung memulai perkelahian dengan orang lain, termasuk pasangannya. Namun jika mereka mendapatkan waktu tidur lebih dari tujuh jam, maka hal tersebut dapat membantu memecahkan masalah pada pasangan.

Baca juga: 

Orang Tua Bertengkar Melulu, Bagaimana Dampaknya Pada Anak?

sering bertengkar? jangan-jangan anda kurang tidur (repose therapy)

Para peneliti dari Ohio State University Institute for Behavioral Medicine Research mempelajari hubungan antara kurang tidur dengan hubungan antara pasangan suami istri. Mereka menganalisa bagaimana cara pasangan menanggapi situasi yang menimbulkan stres dan membandingkannya dengan jumlah jam tidur yang mereka dapatkan malam sebelumnya.

Hasilnya, semakin sedikit waktu tidur yang didapat, maka tingkat seseorang merasakan stres semakin besar. Pasangan juga cenderung bersikap bermusuhan atau terjadi pertengkaran satu sama lain, jika mereka tidur kurang dari tujuh jam pada dua malam sebelumnya.

“Jadi penelitian ini memberi tahu kita bahwa waktu tidur yang sediikit meningkatkan kerentanan pada seseorang dan dapat memicu stres. Tapi yang memprihatinkan adalah kurangnya tidur dan konflik perkawinan sudah biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Stephanie Wilson, peneliti utama studi ini.

tidur dengan suasana hati senang lebih enak kan.. (newlove times)

Untuk itu, para peneliti merekomendasikan kepada para pasangan yang memiliki masalah pernikahan atau ingin memperbaiki hubungan antara mereka untuk mendapatkan waktu tidur yang lebih banyak dari biasanya. Hal ini berlaku untuk kedua belah pihak, baik suami maupun istri.

“Jika salah satu pasangan memiliki masalah dan berdampak pada waktu tidurnya dalam jangka waktu yang lama, maka seiring berjalannya waktu pasangannya akan merasakan efek negatif yang tidak menyenangkan yang bisa ikut memengaruhinya,” kata Janice Kiecolt-Glaser, penulis senior dan direktur Institute for Behavioral Medicine Research.

Saat kurang tidur, pasangan suami istri cenderung menyelesaikan konflik atau argumen dalam kondisi badan dan pikiran yang tidak optimal. Akhirnya malah terjadi pertengkaran yang membuat situasi menjadi semakin negatif. Karena itulah, para peneliti menyarankan agar pasangan suami istri beristirahat dengan baik sebelum mendiskusikan konflik yang terjadi antara mereka dengan cara yang sehat.

 

  • Share
  • 0
  • Komentar ( 0 )