Ternyata, Genre Musik Favorit Dapat Dipengaruhi Musim dan Tempat Tinggal
12 February 2019
Setiap orang memiliki selera musik yang berbe ...

Setiap orang memiliki selera musik yang berbeda-beda. Sebuah penelitian dari Cornell University berhasil menemukan pola yang melatarbelakangi perbedaan kesukaan genre musik.

Penelitian bertajuk Global Music Streaming Data Reveal Diurnal and Seasonal Patterns of Affective Preference ini mencoba memetakan pola pemilihan lagu para pengguna Spotify sejak tahun 2016. Para peneliti menggunakan 765 juta data pemutaran lagu oleh satu juta orang dari 51 negara. Untuk penelitian ini, digunakan pengukuran berupa intensitas musik yang diputar, mulai dari kategori "highly relaxing" yang terdiri dari lagu akustik, instrumental, atau bertempo lambat, sampai "highly energetic" yang diisi lagu-lagu dengan tempo menghentak.



Hasil pengamatan menunjukkan pengguna Spotify yang tinggal di belahan bumi bagian barat cenderung mendengarkan lagu-lagu bertempo cepat dan menghentak. Sebaliknya, pengguna Spotify yang tinggal di kawasan Asia lebih suka mendengarkan musik-musik yang menenangkan. Sementara itu, di belahan bumi bagian selatan, para wanitanya gemar musik yang lebih kencang dibanding para pria. Hal ini berlaku sebaliknya di bumi bagian utara.

Orang Asia cenderung lebih menggemari musik bertempo lambat (Sumber: Know Your Strong)

Rupanya, musim juga berpengaruh dalam pemilihan lagu. Saat udara mulai dingin, terlebih lagi di musim salju, lagu-lagu slow lebih digemari. Sebaliknya, saat matahari terasa menyengat di musim panas, saatnya musik-musik keras yang didengarkan.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Human Behavior edisi 21 Januari 2019 ini juga menemukan bahwa nyaris separuh pengguna internet berusia 16 sampai 64 tahun memutar lagu via aplikasi online streaming di siang hari.

Michael Macy, profesor di bidang sosiologi dan information science yang juga salah satu anggota tim peneliti menyebutkan, temuan ini sangat penting dalam "mengintip" pengaruh emosi terhadap pilihan musik, begitu pula sebaliknya.

Musim panas waktunya musik cadas (Sumber: Garage Music News)

"Kami memperoleh data mengenai musik seperti apa yang dipilih orang-orang di seluruh dunia," tutur Macy, dikutip dari situs resmi Cornell University. "Ini kesempatan berharga untuk lebih memahami bagaimana seseorang mengelola emosionalnya berdasarkan lagu yang dipilih."

Macy menambahkan, hasil penelitian yang didanai National Science Foundation, Minerva Initiative, National Research Foundation of Korea dan Kementerian Pendidikan Republik Korea ini juga bermanfaat dalam membantu memilih musik yang pas untuk memperbaiki emosi saat sedang bad mood.

(Sumber cover: Tirachard Kumtanom)

Forget password
Masukkan email yang Anda daftarkan di Womantalk
Send
Forget password
kode verifikasi telah dikirim ke email Anda
Kirim
Ganti Kata Sandi
confirm password
Kirim
Verify your e-mail
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan ke email Anda
Verify
Change e-mail
Change E-mail