Kenali Separation Anxiety Pada Anak Dan Cara Menghadapinya

1500604218336
  • share line
  • share bbm
Kenali Separation Anxiety Pada Anak Dan Cara Menghadapinya

Bagi ibu yang bekerja, meninggalkan anak di rumah untuk pergi ke kantor tentu berat rasanya. Melihat si kecil menangis dan merengek agar tidak ditinggalkan ibunya, seringkali menimbulkan dilema: lanjut bekerja atau menemani si kecil di rumah?

Separation anxiety atau rasa ketakutan untuk berpisah, wajar dialami oleh anak usia batita. Hingga usia 6 bulan, anak masih mau digendong oleh siapapun, sampai menjelang usia 8 bulan dimana orangtua–khususnya sang ibu–menjadi sosok favorit bagi si kecil. Di fase ini, anak mulai enggan digendong oleh orang lain dan selalu nempel dengan ibunya. Saat ibu harus pergi bekerja, anak pun menolak ditinggalkan. Kehadiran pengasuh pun seolah tidak membuat anak merasa lebih tenang berada di rumah saat orangtua pergi bekerja. Bagaimana cara menghadapinya?

Beri waktu agar anak beradaptasi bersama pengasuhnya (Sumber: Cache Valley Family Magazine)

1. Beri waktu adaptasi bersama pengasuh
Agar anak betah ditinggal di rumah bersama pengasuh, diperlukan adanya hubungan yang baik antara anak dan pengasuh. Jika pengasuh belum lama bekerja bersama Anda, berikan waktu bagi anak untuk beradaptasi. Berapa lama waktu yang diperlukan bergantung dari apakah anak mudah akrab dengan orang lain dan kemampuan pengasuh dalam merawat si kecil. Hindari langsung meninggalkan si kecil berdua dengan pengasuhnya saat pertama kali bertemu. Pertama-tama, biarkan anak bermain dengan pengasuh saat Anda masih di rumah. Setelah dirasa anak sudah betah dengan pengasuhnya, baru bisa ditinggalkan berdua.

2. Tunggu sampai anak merasa nyaman dengan suasana baru
Jika biasanya ada ayah dan bunda di rumah, sekarang harus berdua di rumah dengan baby sitter atau asisten rumah tangga. Kondisi baru ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama jika terjadi secara mendadak. Sering-seringlah membawa si kecil untuk bermain dengan anak-anak lainnya bersama pengasuh. Saat anak mulai asyik bermain, awasilah dari jauh. Cara ini membuat anak terbiasa beraktivitas tanpa orangtuanya.

3. Mulai dengan perlahan
Untuk menguji apakah anak sudah mulai nyaman atau belum, cobalah trik berikut ini. Pertama, ucapkan selamat tinggal dan berjalanlah keluar rumah. Jika anak mulai menangis, biarkan saja, lalu kembalilah saat anak berhenti menangis. Dengan begini, anak akan menyadari bahwa ia tidak perlu khawatir karena Anda akan selalu kembali pulang. Hindari kembali masuk ke rumah saat anak masih menangis, karena ia akan menggunakan tangisannya sebagai senjata agar Anda tidak tega meninggalkannya.

Sumber: Giphy

4. Jadikan rutinitas
Buat aktivitas kecil setiap kali Anda akan meninggalkan anak di rumah. Seperti sarapan bersama, bermain sebentar, memeluk, dan ucapkan selamat tinggal. Hindari membuat aktivitas ini lebih pendek atau lebih lama agar anak menjadi terbiasa. Dengan kebiasaan ini, anak akan dapat menebak apa yang akan dilakukan orangtuanya, sehingga ia tidak kaget melihat orangtuanya pergi.

5. Hindari meninggalkan anak secara mendadak
Meninggalkan anak secara mendadak dan sembunyi-sembunyi akan membuatnya kaget. Hal inilah yang membuat separation anxiety semakin sulit untuk dihilangkan. Meninggalkan anak secara sembunyi-sembunyi juga dapat mengurangi kepercayaan anak terhadap orangtuanya yang efeknya tidak dapat dianggap sepele.

Cover: Omaha World Herald

 

Tag:
anak, berpisah
  • share line
  • share bbm
heart 1 People liked this
like liked LIKE
bookmark booked BOOKMARK