Jika Ibu Tidak Percaya Diri Dengan Tubuh Sendiri, Apa Pengaruhnya Kepada Anak?
Parenting

Jika Ibu Tidak Percaya Diri Dengan Tubuh Sendiri, Apa Pengaruhnya Kepada Anak?

Jika Anda sering berkata, “Aduh, perut ibu gendut banget,” atau, “Paha ibu terlalu besar, nih,” di depan anak Anda yang masih kecil, ada kemungkinan besar anak tersebut akan mengikuti pola pikir Anda di kemudian hari.

Sebuah survei yang telah dilansir melalui CNN menunjukkan bahwa seorang anak akan lebih tidak percaya diri dengan tubuhnya jika ibunya sendiri juga tidak percaya diri. Jadi bagi Anda yang mempunyai anak kecil di rumah, hati-hati dengan perkataan Anda, ya.

Sumber : newcastlehigh

Apa dampak buruknya? Anak-anak kecil tersebut akan belajar untuk tidak menyukai bentuk badan mereka sendiri, walaupun sebenarnya tidak bermasalah apa-apa. Kasus ini biasanya lebih sering terjadi di kalangan anak perempuan. Gadis-gadis ini akan mulai diet di masa pertumbuhan mereka, menyebabkan kurangnya nutrisi penting di masa pertumbuhan mereka. Bahkan, di usia 7 tahun, 1 dari 4 anak sudah mulai berdiet.

Sumber : newcastlehigh

Banyak kasus anoreksia yang terjadi karena hal ini. Anoreksia adalah kondisi mental seseorang yang akan memuntahkan makanan yang baru saja dikonsumsi agar tidak menjadi gemuk. Tentu, kondisi tersebut sangat berbahaya bagi anak-anak.

Sumber : Red Rose Style

Untuk menghindari hal ini, para ibu harus mendidik anak-anaknya dengan tepat. Bagaimana contohnya? Pertama, hindari berbicara terlalu banyak hal negatif mengenai berat badan atau penampilan Anda di depan si kecil.

Kemudian, mulailah dengan menjelaskan mengapa selebriti yang tampil di mediabisa terlihat kurus. Mereka menjadikan badannya ideal dengan bantuan olahraga dan makanan sehat, bukan berhenti makan sama sekali. Jika anak sudah mempunyai konsep diet = tidak makan, maka akan sangat rentan mengalami anoreksia. 

Behati Prinsloo pasti berolahraga keras untuk mendapatkan badan seperti ini! Jangan stop makan! (Sumber : bustle.com)

Kalau Anda berpikir positif, anak juga akan mengikuti pola pikir positif ini. Anda dapat mencegah hal tersebut dengan mengajak anak Anda untuk berolahraga rutin bersama dengan Anda.

Cover: depositphotos

 

  •   0
  •   Komentar ( 0 )