Banyak Anak Jadi Korban Kecelakaan di Malam Halloween

1541815215461
  • share line
  • share bbm
Banyak Anak Jadi Korban Kecelakaan di Malam Halloween

Halloween belum lama usai. Perayaan setiap 31 Oktober ini menyisakan berbagai cerita seru, mulai dari aneka kostum sampai pesta. Namun, Halloween tidak sekedar hura-hura, karena perayaan ini ternyata banyak anak-anak yang menjadi korban kecelakaan lalu-lintas.

Di beberapa negara, Halloween menjadi momen bagi anak-anak untuk berkeliling ke rumah tetangga melakukan tradisi "Trick or Treat", yakni para tetangga akan membagikan permen atau cokelat. Sayangnya, kurang waspada membuat anak-anak yang melakukan "Trick or Treat" ini menjadi korban kecelakaan lalu-lintas. Menurut studi dari University of British Columbia, angka kecelakaan yang mengakibatkan korban anak-anak naik hingga 43% saat perayaan Halloween dibandingkan hari-hari biasa. Untuk anak usia 4-8 tahun, risiko ini naik hingga 10 kali lipat.

Anak-anak kerap menjadi korban kecelakaan lalu-lintas saat melakukan tradisi Trick or Treat (Sumber: Rawpixel)

Kenaikan angka kecelakaan ini diduga karena kurangnya kehati-hatian anak saat berjalan, dikombinasikan dengan orang dewasa yang berkendara sambil mengonsumsi alkohol setelah pesta Halloween. "Kami mencari tahu apakah perpaduan antara kostum berwarna gelap, kurang waspada karena terlalu antusias, dan konsumsi alkohol membuat jalanan menjadi lebih berbahaya bagi para pejalan kaki. Temuan kami menyebutkan ternyata benar demikian," papar Dr. John Staples, pimpinan studi sekaligus Clinical Assistant Professor di University of British Columbia.



Dilansir dari situs resmi University of British Columbia, Staples memperoleh kesimpulan ini setelah menganalisis kumpulan data kasus kecelakaan lalu-lintas dari National Highway Traffic Safety Administration selama periode 1975-2016. Data yang dianalisis yakni kecelakaan lalu-lintas di hari Halloween selama pukul 17.00 sampai tengah malam. Setelah dibandingkan dengan data kecelakaan lalu-lintas seminggu sebelum dan setelah Halloween, ternyata ditemukan perbedaan yang signifikan.

Orang dewasa yang mengemudi di bawah pengaruh alkohol membuat angka kecelakaan semakin tinggi (Sumber: Huffington Post)

Walau angkanya cukup tinggi, kasus ini masih dapat dicegah dengan berbagai cara, salah satunya dengan mengontrol kecepatan berkendara dan menggunakan pakaian yang reflektif. Menurut Dr. Donald Redelmeier, anggota tim peneliti sekaligus profesor dari University of Toronto, masyarakat juga perlu mengontrol diri untuk tidak mengonsumsi alkohol berlebihan, apalagi jika harus berkendara.



"Para pejalan kaki yang meninggal memang tidak bisa dihidupkan kembali, tetapi kasus kecelakaan fatal ini semuanya bisa dicegah dengan sedikit perubahan pada perilaku kita," tutur Redelmeier.

Selain itu, para orangtua juga perlu mengajarkan anak-anaknya untuk lebih berhati-hati dan selalu waspada saat berjalan di lingkungan tempat tinggal, terutama saat melakukan tradisi "Trick or Treat" di malam Halloween.

(Sumber cover: Rawpixel)

Tag:
halloween, anak, kecelakaan, kostum, alkohol
  • share line
  • share bbm
heart 3 People liked this
like liked LIKE
bookmark booked BOOKMARK