Kenali Seni ‘Membaca’ Orang Lain
15 December 2016
Dr. Judith Orloff, psikiater dari UCLA, mengatakan kita bisa mengenal seseorang lebih dalam bukan hanya dari perkataannya, namun juga dari apa yang mereka tunjukkan. Menggali informasi non-verbal d ...

Dr. Judith Orloff, psikiater dari UCLA, mengatakan kita bisa mengenal seseorang lebih dalam bukan hanya dari perkataannya, namun juga dari apa yang mereka tunjukkan. Menggali informasi non-verbal dari orang lain ini, dalam bukunya yang berjudul The Ecstasy of Surrender, ia sebut dengan the art of reading people. Ini 3 teknik membaca orang lain menurut Dr. Orloff yang menunjukkan siapa, bagaimana, dan seperti apa seseorang sebenarnya—siapapun orangnya.

Teknik 1: Perhatikan bahasa tubuh
Dalam berkomunikasi dengan orang lain, kata-kata hanya menyumbang 7% dari keseluruhan proses komunikasi, sementara bahasa tubuh punya peranan sebesar 55%. Maka bahasa tubuh orang lain saat bicara dengan kita bercerita lebih banyak ketimbang apa yang ia katakan. Salah satu yang terpenting adalah postur tubuh. Perhatikan postur tubuh orang itu, apakah kepalanya sejajar dengan lantai, menandakan rasa percaya diri? Atau dada agak membusung, penanda ego yang besar? 

Yang kedua adalah gerakan. Perhatikan kecondongan tubuh seseorang. Secara otomatis kita akan agak mencondongkan tubuh saat bicara dengan orang yang kita anggap baik atau menarik, dan agak menjauh saat bicara dengan orang yang kita anggap sebaliknya. Tanda lain adalah jika seseorang meletakkan tangan di pangkuan, di dalam saku, atau tangan di belakang, biasanya itu berarti ada sesuatu yang mereka sembunyikan. Perhatikan juga ekspresi wajah, misalnya area mata saat seseorang tersenyum. Orang yang senyumnya palsu, matanya tak akan ikut ‘tersenyum’.

Teknik 2: Dengarkan intuisi
Intuisi adalah apa yang Anda rasakan, bukan yang Anda pikirkan, karena itu informasi non-verbal ini sifatnya belum tentu logis. Intuisi misalnya, reaksi primer dari dalam diri Anda sendiri saat pertama kali bertemu dengan seseorang (contoh, ketika ‘feeling’ Anda mengatakan bahwa orang ini mencurigakan), timbulnya emosi intuitif atau ikut merasakan emosi bahkan gejala fisik yang dirasakan saat atau setelah bertemu orang lain (misal, merasa bulu kuduk berdiri saat berbincang-bincang dengan seseorang yang membuat Anda kagum atau perasaan stres yang timbul sehabis ngobrol dengan orang lain).

Teknik 3: Rasakan energi emosional
Energi emosional atau ada juga yang menyebutnya dengan istilah aura, ini juga kadang tak bisa dijelaskan sepenuhnya dengan logika. Beberapa orang punya aura yang menyenangkan sehingga membuat betah, sebagian orang lain mungkin terasa memiliki aura negatif sehingga membuat kita tak ingin dekat-dekat. Cara membaca aura tak hanya dengan merasakannya, tapi juga terpancar dari sinar mata (apakah mata seseorang memancarkan keramahan? Kelicikan? Kemarahan?), terasa dari sentuhan (misalnya saat berjabat tangan, apakah genggaman tangannya terasa hangat dan percaya diri? Ataukah ogah-ogahan?), serta dari intonasi suara (apakah nada suaranya ceria dan menyenangkan? Atau terdengar malas-malasan?).

Forget password
Masukkan email yang Anda daftarkan di Womantalk
Send
Forget password
kode verifikasi telah dikirim ke email Anda
Kirim
Ganti Kata Sandi
confirm password
Kirim
Verify your e-mail
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan ke email Anda
Verify
Change e-mail
Change E-mail