Mengulik Perilaku "Sharenting", Kebiasaan Pamer Foto Anak di Media Sosial
30 July 2019
Perilaku mengunggah foto-foto anak lewat media sosial disebut dengan istilah "sharenting", yakni kependekan dari sharing dan parenting.

Melihat postingan foto-foto anak selebriti di media sosial seringkali membuat gemas. Ada saja tingkah lucu si kecil yang membuat para follower menjadi greget. Tidak hanya selebriti, bahkan orang awam pun hobi mengunggah foto-foto kegiatan anak, bahkan tidak sedikit pula yang membuat akun media sosial untuk sang buah hati, padahal usianya masih bayi. Namun, apakah mereka menyadari adanya bahaya yang mengintai lewat postingan di dunia maya?

Perilaku mengunggah foto-foto anak lewat media sosial disebut dengan istilah 'sharenting', yakni kependekan dari sharing dan parenting. Mariea Grubbbs Hoy, peneliti dari University of Tennessee at Knoxville School of Advertising and Public Relations menyebutkan, perilaku sharenting tidak sekedar berbagi foto-foto kegiatan si kecil. Seringkali, tanpa disadari foto-foto yang diunggah di media sosial ini juga membocorkan identitas pribadi anak yang dapat berbahaya jika jatuh ke tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

"Mengunggah foto-foto tumbuh-kembang anak di media sosial nampaknya sudah menjadi hal lazim saat ini, tetapi kebiasaan ini dapat berisiko bagi privasi anak di dunia maya sekaligus juga membahayakan keselamatannya," papar Hoy, seperti dikutip dari laman Science Daily.

Bahkan seringkali orangtua secara tidak sadar telah membeberkan identitas pribadi anak bukan di akun pribadinya, tetapi juga dengan mengikuti kontes atau kuis online. Biasanya, kuis semacam ini mengajak para orangtua untuk mengunggah foto si kecil atau berbagi pengalaman pribadi dalam mengasuh anak.

Mengunggah foto anak atau membuat status seputar aktivitas si kecil juga dapat dijadikan indikator kepuasan para orangtua dan apa yang tengah mereka rasakan. Para peneliti melakukan survei terhadap 116 ibu pengguna Twitter dan menganalisis 1.062 tweet yang mereka posting di akun masing-masing.

Dari hasil analisis ditemukan 69% partisipan pernah mengungkapkan kegalauannya sebagai orangtua melalui kicauan di media sosial, 47% pernah mengunggah foto atau membagikan informasi pribadi anak, serta sepertiga dari total partisipan pernah melakukan keduanya.

"Berbagi pengalaman di media sosial atau pamer foto anak menjadi cara mereka untuk menghadapi stres, serta mencari pembenaran, dukungan sosial, dan meredakan depresi," tutur para peneliti. "Setelah membuat unggahan di media sosial, mereka kemudian menunggu like atau komentar dari para follower sebagai bentuk pembenaran atas informasi yang mereka bagikan."

Nah, apakah Anda termasuk orangtua yang hobi pamer foto anak di media sosial?

(Sumber cover: HD Wallpapers Rocks)

Forget password
Masukkan email yang Anda daftarkan di Womantalk
Send
Forget password
kode verifikasi telah dikirim ke email Anda
Kirim
Ganti Kata Sandi
confirm password
Kirim
Verify your e-mail
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan ke email Anda
Verify
Change e-mail
Change E-mail