Apa Itu Tonic Immobility Yang Sering Dialami Korban Pelecehan Seksual
10 June 2021
Sebelum menyalahkan korban kenapa dia tidak membela diri atau kabur saat pelecehan terjadi, cari tahu apa itu tonic immobility yang sering dialami korban pelecehan ini, yuk!

Ada anggapan bahwa orang lain susah berempati pada korban pelecehan seksual kalau tidak mengalami sendiri rasanya menjadi korban. Ini bukannya nyumpahin, ya, karena kalau bisa, sih, tidak usah ada lagi korban pelecehan di dunia ini. Meski demikian, realitanya masih banyak orang yang tidak berempati pada korban dengan merespons cerita korban pelecehan dengan pertanyaan atau reaksi menyalahkan korbannya. Misalnya, bertanya kenapa baru cerita sekarang, padahal kejadian sudah bertahun-tahun lalu. Contoh lain, menyalahkan penampilan korban yang dinilai 'mengundang' pelaku untuk melecehkannya. Nah, sebelum Anda spontan ikut bereaksi begitu, Anda perlu tahu soal tonic immobility yang sering dialami korban pelecehan seksual, nih.

Respons terhadap bahaya
Kita mengenal dua respons manusia yang umum, yaitu melawan atau pergi. Meski demikian, bagi beberapa orang dan beberapa kondisi, respons dalam menghadapi situasi mencekam seperti pelecehan seksual adalah diam membeku. 

Apa itu tonic immobility
Tonic immobility adalah respons biologis tubuh terhadap situasi bahaya yang gak terhindarkan dengan cara tidak bergerak bergerak. Syok yang dialaminya membuat korban mengalami kelumpuhan sementara sehingga ia tak berdaya merespons kondisi bahaya seperti pelecehan seksual. Jangankan lari atau menepis pelaku, mau teriak saja suara tak mau keluar.  

Harus paham soal consent
Selain soal tonic immobility, satu hal lain yang harus dipahami semua orang adalah soal consent atau persetujuan, terutama dalam relasi seksual. Orang-orang tidak bisa sembarangan menyentuh bagian tubuh manapun dari seseorang, karena tubuh seseorang adalah milik pribadi orang tersebut. Caranya meminta persetujuan adalah dengan bertanya apakah orang lain bersedia atau merasa nyaman untuk disentuh. Selain bertanya, Anda juga bisa melihat reaksinya, sebab diam bukan berarti ia setuju, lho.

Diam bukan berarti setuju
Masih banyak yang beranggapan bahwa ketika seseorang dilecehkan—misalnya dengan diraba anggota badannya atau dipanggil dengan nada seksual—tetapi dia diam saja itu artinya dia senang-senang saja diperlakukan begitu. Wah, mengingat soal tonic immobility tadi, diam jelas sama sekali bukan berarti setuju, ya. 

Nah, sudah tahu, kan, kenapa korban pelecehan seksual 'tidak berusaha' kabur atau melawan situasi yang dialaminya itu? Bukan karena tidak mau lari apalagi sampai dianggap menikmatinya, korban justru mengalami tonic immobility yang membuatnya membeku tak berdaya. Setop menyalahkan korban pelecehan, ya, dari sekarang!

Cover: 123 RF

Forget password
Masukkan email yang Anda daftarkan di Womantalk
Send
Forget password
kode verifikasi telah dikirim ke email Anda
Kirim
Ganti Kata Sandi
confirm password
Kirim
Verify your e-mail
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan ke email Anda
Verify
Change e-mail
Change E-mail