Apa Itu Sindrom Penipu Dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

1500350421525
  • Share
Apa Itu Sindrom Penipu Dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Baru saja menerima kenaikan gaji? Dipromosikan menjadi manajer? Dicalonkan menjadi ketua proyek besar dari perusahaan? Tapi, merasa bahwa Anda tidak berhak atas segala keberhasilan tersebut? Bisa jadi Anda menderita sindrom penipu atau imposter syndrome

Seperti dilansir dari Psychology Today, sindrom penipu adalah kondisi dimana seseorang menjadi sukses namun berpikir bahwa hal tersebut bukan karena kemampuannya. Mereka tidak percaya dapat sukses karena kerja mereka sendiri, sehingga merasa sebagai penipu di depan banyak orang. Mereka yang memiliki sindrom penipu biasanya dipenuhi pikiran-pikiran irasional terhadap keberhasilannya, seperti, “Anda mendapatkan promosi bukan karena keahlian Anda tapi karena sedang beruntung saja,” atau, “Proyek tim Anda berjalan baik karena dilakukan pada waktu yang tepat dan bukan karena kemampuan Anda dalam memimpin."

Apakah hal-hal ini sering Anda rasakan? Jangan membiarkan hal tersebut menghalangi Anda mendapat kebahagian dalam berkarier ataupun di dalam kehidupan pribadi. Ikuti langkah-langkah berikut:

1. Mengidentifikasi penyebabnya
Bisa jadi yang membuat Anda seperti mengalami sindrom penipu adalah jabatan baru yang Anda pegang di kantor atau kenaikan gaji yang diterima. Dengan mengetahui apa penyebab sindrom penipu, Anda sudah selangkah lebih maju untuk mengatasinya. Baca poin selanjutnya untuk menindaklanjuti identifikasi Anda.

sumber: dice_insight

2. Setelah mengetahui penyebabnya, bicarakan dengan orang lain
Memiliki orang kepercayaan dimana Anda bisa bercerita tentang apapun kepadanya, adalah keuntungan yang hanya dimiliki segelintir orang. Tentukan siapa orang kepercayaan Anda, bisa keluarga, teman, atau pasangan. Kemudian bicarakan dengan terus terang, hal-hal yang membuat Anda merasa memiliki sindrom penipu. Dengan berbicara Anda akan merasa lebih lega dan mereka pun bisa memberikan alasan rasional mengenai keberhasilan Anda. 

sumber: istock

3. Ingat-ingat pencapaian berharga Anda
Yakin, Anda menerima kenaikan jabatan karena sedang beruntung? Coba tengok berbagai pencapaian yang Anda raih dalam hidup. Anda pasti tidak akan bisa duduk di posisi ini jika mengandalkan keberuntungan saja. Ingatlah berapa hari yang Anda habiskan untuk begadang mengerjakan skripsi, berapa kali Anda harus bolak-balik perusahaan berbeda saat mencari kerja, dan sebagainya. Akuilah keberhasilan Anda sendiri.

sumber: jezebel

4. Melihat pencapaian orang lain
Banyak selebriti dan orang terkenal yang mengaku menderita sindrom penipu ini. Salah satunya adalah aktris cantik, Emma Watson. Dalam wawancaranya dengan Vogue, Emma mengaku menderita sindrom tersebut. Ia mengaku sungkan dan tidak nyaman saat menerima penghargaan bergengsi atas karya-karyanya. Wah, padahal sebagai orang biasa kita melihat bahwa Emma adalah sosok yang pantas menerima penghargaan tersebut. Dengan melihat dan membaca kisah-kisah orang dengan sindrom serupa, Anda bisa menyakinkan diri sendiri bahwa apa yang mereka khawatirkan sama irasionalnya dengan ketakutan Anda. Jadi, stop merasa bahwa segala penghargaan yang Anda capai tidaklah berhak untuk Anda miliki. 

sumber: dailymirror
 

Tag:
sindrom
  • Share
2 People liked this
LIKE
BOOKMARK