Sinusitis 101
16 January 2017
Nama penyakit ini cukup sering disebut di masyarakat. Belakangan, saking seringnya disebut, siapa pun yang pileknya tak kunjung hilang sering diduga sinusitis. Tapi sebenarnya, apa dan bagaimana, s ...

Nama penyakit ini cukup sering disebut di masyarakat. Belakangan, saking seringnya disebut, siapa pun yang pileknya tak kunjung hilang sering diduga sinusitis. Tapi sebenarnya, apa dan bagaimana, sih, penyakit sinusitis itu? Berikut informasi yang dibagikan dokter spesialis telinga-hidung-tenggorokan (THT) dari RS Omni Hospitals, dr. Yosita Rachman Sp. THT-KL:

Apa itu sinusitis?
Sinusitis adalah inflamasi pada mukosa sinus paranasal. Sinus paranasal itu adalah rongga di muka, letaknya pada pipi, di dekat mata, dan di dahi. Sinusitis biasanya disertai dan dipicu oleh rinitis sehingga disebut rinosinusitis.

Apa yang menyebabkan sinusitis?
Penyebabnya banyak, antara lain: infeksi saluran napas atas akibat virus dan bakteri, rinitis alergi, polip hidung, septum deviasi, konka hipertrofi, infeksi tonsil, hipertrofi adenoid pada anak-anak, adanya tumor di hidung, dan bisa juga berasal dari infeksi di gigi yang disebut sinusitis dentogen.

Apa saja gejalanya?
Gejalanya adalah pilek yang lama sembuh, hidung tersumbat disertai nyeri/rasa tertekan pada muka sesuai sinus yang terkena, ingus kental dan bau, ingus jatuh ke tenggorokan (post nasal drip), sakit kepala, gangguan penciuman, napas berbau, dan batuk-batuk akibat post nasal drip.  

Nyeri di muka bisa dirasakan di pipi, di antara atau di belakang kedua bola mata, di dahi, atau seluruh kepala. Sinusitis dentogen biasanya sinus yang terinfeksi satu sisi sesuai dengan sisi gigi penyebab, napas berbau busuk, ingus purulen jatuh ke tenggorok.

Bagaimana pengobatannya?
Pengobatan tentu sesuai penyebabnya. Diberikan antibiotika selama 10-14 hari, dekongestan oral dan topikal, cuci hidung, analgetik, mukolitik, steroid oral/topikal, dan fisioterapi sesuai kebutuhan.                      

Bila gagal dengan pengobatan, dilakukan tindakan operasi pencucian rongga sinus, Bedah Sinus Endoskopi Fungsional (BSEF), Septoplasti, konkotomi.

Pada sinusitis dentogen harus dilakukan pengobatan terhadap gigi yang menjadi sumber infeksi. Bila terdapat alergi perlu dilakukan pengobatan alergi nya agar tidak terjadi sinusitis berulang.

 

Forget password
Masukkan email yang Anda daftarkan di Womantalk
Send
Forget password
kode verifikasi telah dikirim ke email Anda
Kirim
Ganti Kata Sandi
confirm password
Kirim
Verify your e-mail
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan ke email Anda
Verify
Change e-mail
Change E-mail