Ini yang Terjadi Jika Anda Malas Ganti Pembalut Saat Menstruasi
11 June 2021
Ini masalah kesehatan yang mungkin terjadi akibat malas ganti pembalut saat menstruasi.

Menjaga kebersihan area kewanitaan tentu harus diperhatikan dan dilakukan setiap hari, terlebih lagi jika sedang menstruasi (haid). Ya, saat dalam periode menstruasi, menjaga kebersihan area vagina tentu harus dilakukan secara ekstra, termasuk mengganti pembalut secara berkala setiap 4-5 jam sekali. Hal ini penting dilakukan demi mencegah masalah kesehatan organ intim yang mungkin timbul akibat manajemen kebersihan menstruasi yang buruk.

Lewat webinar bertajuk Sehat dan Bersih Saat Menstruasi yang digelar oleh Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dan Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia didukung oleh Mundipharma Indonesia dalam rangka Hari Kebersihan Menstruasi pada 28 Mei 2021 lalu, Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K), MPH mengungkapkan beberapa masalah kesehatan yang mungkin saja terjadi—termasuk risikonya—jika Anda tak menjaga kebersihan vagina dengan baik dan benar saat menstruasi, di antaranya:

1. Vaginosis bakterialis
Vaginosis bakterialis adalah infeksi vagina yang disebabkan oleh terganggunya keseimbangan jumlah bakteri alami (flora normal) dalam vagina. Bukan merupakan kondisi berbahaya, tetapi dapat menimbulkan gejala yang menganggu, seperti keputihan dan gatal. Salah satu faktor risiko timbulnya penyakit ini adalah penggunaan berulang atau jarang digantinya pembalut dan higienitas yang buruk. Infeksi vaginosis bakterialis berhubungan dengan peningkatan risiko infeksi HIV, HPV (penyebab kanker serviks), dan komplikasi persalinan.

2. Kandidosis vulvovaginalis
Kandidosis vulvovaginitis adalah infeksi saluran reproduksi wanita yang disebabkan oleh jamur candida albicans. Penyakit ini dapat menyebabkan rasa gatal ekstrem dan pembengkakan pada vagina dan vulva, serta keputihan yang menggumpal. Salah satu faktor risiko dari penyakit ini adalah higienitas wanita yang buruk, terutama saat menstruasi. Kondisi organ reproduksi yang terlalu lembap dan iritasi pada penggunaan pembalut yang tidak tepat dapat menimbulkan infeksi ini. Kandidosis vulvovaginalis juga dapat berhubungan dengan risiko HIV dan HPV.

3. Infeksi saluran kemih
Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan kondisi organ sistem atau saluran kemih, seperti ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra, yang mengalami infeksi. ISK dapat memberikan gejala yang beragam, mulai dari demam, sakit di perut dan panggul, hingga nyeri saat buang air kecil. Jika tidak ditangani dengan baik, dapat menimbulkan komplikasi serius hingga bisa menyebabkan kematian. Salah satu faktor risiko dari penyakit ini adalah kebersihan area vagina yang buruk.

Cover: 123rf

Forget password
Masukkan email yang Anda daftarkan di Womantalk
Send
Forget password
kode verifikasi telah dikirim ke email Anda
Kirim
Ganti Kata Sandi
confirm password
Kirim
Verify your e-mail
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan ke email Anda
Verify
Change e-mail
Change E-mail