Ini Penyebab Anda Terbangun di Malam Hari dan Sulit Tidur Lagi
09 May 2021
Terbangun di malam hari sebenarnya adalah hal yang normal. Anda mungkin saja tidak ingat pernah bangun karena dapat dengan mudah tertidur kembali. Namun, ketika Anda terbangun dan kesulitan untuk tidur lagi, menurut spesialis pengobatan tidur, Scott Leibowitz, M.D., hal itu paling sering disebabkan oleh hilangnya inersia tidur. Apa itu?

Terbangun di malam hari sebenarnya adalah hal yang normal. Anda mungkin saja tidak ingat pernah bangun karena dapat dengan mudah tertidur kembali. Namun, ketika Anda terbangun dan kesulitan untuk tidur lagi, menurut spesialis pengobatan tidur, Scott Leibowitz, M.D., hal itu paling sering disebabkan oleh hilangnya inersia tidur. Apa itu?

Inersia tidur adalah keadaan transisi antara tidur dan bangun. Ketika Anda pertama kali terbangun, lalu merasa bingung ingin kembali tidur, saat itulah inersia tidur bekerja. Namun, ketika itu tidak bekerja, Anda kehilangan kemampuan untuk tidur kembali dengan mudah dan tetap terjaga di tengah malam. Nah, berikut ini adalah 4 penyebab umum yang bisa berdampak negatif pada inersia tidur Anda.

Kondisi medis. Apnea tidur dan gangguan gerakan terkait tidur dapat menyebabkan Anda terbangun dan sulit tidur kembali. Beberapa obat juga dapat menyebabkan gangguan tidur. Untuk itu, segera berkonsultasi dengan dokter lAnda untuk menyingkirkan masalah medis atau obat yang menyebabkan gangguan tidur.

Pikiran yang mengkhawatirkan. Kecemasan dan kesulitan tidur sangat erat berkaitan. Itulag mengapa Anda sebaiknya melakukan teknik untuk mengatasi stres dan kecemasan sebelum tidur sehingga dapat membiarkan otak mengatasi kekhawatirannya saat terbangun. Jika ini tidak dilakukan, Anda akan membiarkannya otak tetap terjaga dengan kekhawatiran yang dirasakan.

Lingkungan. Perhatikan kamar tidur Anda. Apakah itu adalah tempat yang tenang? Jika tidak, maka masalah lingkungan—termasuk kamar tidur—bisa menjadi komponen utama Anda tidak bisa tidur lagi setelah terbangun. Selain tidak tenang, kamar yang terlalu hangat, tidur dengan televisi menyala, dengkuran pasangan, atau bantal dan kasur yang tidak nyaman, juga bisa menjadi bagian dari masalah.

Tidur terlalu awal. Meski orang disarankan untuk tidur lebih awal untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak, tetapi masalahnya rekomendasi tersebut tidak mempertimbangkan waktu tidur yang sebenarnya dibutuhkan setiap individu. Menurut Dr. Scott, tidur lebih awal untuk mendapatkan “tidur malam yang nyenyak” justru lebih sering menyebabkan tidur malam yang lebih buruk.

“Jika Anda hanya membutuhkan 7 jam tidur dan tidur pada pukul 10 malam lalu menyetel alarm pukul 7 pagi, Anda akan mendapatkan 9 jam tidur. Dua jam ekstra [dari waktu tidur yang diperlukan] akan muncul di suatu tempat dan sering kali terjadi di tengah malam. Jadi, Anda lebih baik tidur sedikit larut dan memberi diri hanya 7 jam yang dibutuhkan sehingga Anda menghilangkan dua jam ekstra waktu tidur yang tidak dibutuhkan oleh tubuh agar tidak perlu terbangun dan kesulitan untuk kembali tidur,” jelasnya.

Cover: Freepik

Forget password
Masukkan email yang Anda daftarkan di Womantalk
Send
Forget password
kode verifikasi telah dikirim ke email Anda
Kirim
Ganti Kata Sandi
confirm password
Kirim
Verify your e-mail
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan ke email Anda
Verify
Change e-mail
Change E-mail