Perempuan Hamil Ini Alergi Kehamilannya Sendiri

1495164626604
  • Share
Perempuan Hamil Ini Alergi Kehamilannya Sendiri

Masa-masa hamil adalah masa yang bisa dibilang campur aduk. Membahagiakan, mendebarkan, tapi juga bisa mengesalkan kalau efek sampingnya tak sesuai yang diharapkan. Bukannya punya pregnancy glow, tak jarang kulit malah jadi bermasalah, seperti jerawatan. Namun apapun masalah kulit yang dialami kebanyakan perempuan hamil mungkin tak seburuk kondisi seorang perempuan asal Australia bernama Summer Bostock.

It’s a lie! (Sumber: pinterest)

Ketika hamil anak pertamanya, Summer mengidap sebuah komplikasi medis cukup ekstrem yang membuatnya gatal-gatal sangat parah dan kulitnya memerah seperti alergi berat. Summer bahkan tak berani mandi karena air membuat kulitnya semakin gatal. “Gatalnya lebih dari luar biasa. Saya sangat menderita. Tak jarang saking gatalnya, saya sampai muntah-muntah,” kisahnya mengenang kondisi yang dialaminya tersebut.

Gatal-gatal dan merah-merah di sekujur tubuh Summer. (Sumber: dailymail)

Gejala yang dirasakan Summer muncul saat usia kehamilannya menginjak 30 minggu. Ketika bangun tidur, ia mendapati perutnya tiba-tiba bergaris merah seperti stretch marks dan sekujur tubuhnya merah-merah dan gatal-gatal. Krim yang diberikan dokter sama sekali tak membantu, malah membuatnya semakin parah.

Mirip stretch marks tapi bukan. (Sumber: dailymail)

Ternyata, menurut jurnal ilmiah American Family Physician, kondisi yang dialami Summer disebut dengan pruritic urticarial papules and plaques of pregnancy (PUPPP) yang dicirikan salah satunya dengan kulit gatal berat dan memerah. Menurut Summer, dokter kandungannya kala itu berkata, perempuan hamil yang terkena PUPPP sama dengan alergi pada kehamilannya sendiri. Sekitar 1 dari 160 perempuan hamil punya kemungkinan terkena PUPPP ini.

Menurut Dr. Mary Jane Minkin dari Yale-New Haven Hospital, sebenarnya PUPPP ini tak berbahaya, baik bagi sang ibu maupun bayi yang dikandungnya, namun bisa menimbulkan rasa tak nyaman yang luar biasa bagi sang ibu hamil. Sayangnya dokter belum bisa memastikan apa penyebab PUPPP dan bagaimana cara terbaik untuk menanganinya. Yang jelas PUPPP biasanya terjadi pada trimester ketiga di kehamilan pertama atau saat mengandung anak kembar dan segera hilang setelah melahirkan.

Tak berbahaya bagi bayi, namun ‘menyiksa’ ibunya. (Sumber: youtube)

Begitupun dalam kasus Summer. Hanya dalam beberapa jam setelah melahirkan, merah-merah maupun gatal-gatalnya hilang total.

Menjadi ibu memang penuh perjuangan sejak awal, ya.

Cover: cafemom

 

Tag:
kehamilan
  • Share
2 People liked this
LIKE
BOOKMARK