Penghubung Kasat Mata Antara Autisme dan Gangguan Makan

1539489620340
  • share line
  • share bbm
Penghubung Kasat Mata Antara Autisme dan Gangguan Makan

Bagi kebanyakan orang, memasak, makan, dan membeli bahan makanan adalah bagian normal dari kehidupan sehari-hari. Namun bagi orang-orang dengan autisme, kegiatan yang tampaknya biasa-biasa saja dapat menjadi rintangan besar. Orang dengan autisme mempunyai preferensi terhadap terhadap struktur dan rutinitas. Sering kali, preferensi ini menimbulkan gangguan makan.

Persamaan antara gangguan makan (anoreksia nervosa lebih spesifiknya) dan kondisi spektrum autisme pertama kali dicetuskan oleh Christopher Gillberg pada tahun 1980-an. Dia kemudian mengusulkan bahwa anoreksia harus dianggap sebagai gangguan empati, yang berarti bahwa penderita memiliki masalah memahami pikiran dan perasaan orang lain. Dia juga menyarankan bahwa anoreksia ditempatkan pada spektrum yang sama dengan autisme.


Baca juga: 

Benarkah Gangguan Makan Lebih Banyak Diderita Oleh Wanita?


Menurut peneliti Pusat Penelitian Autisme di Universitas Cambridge Simon Baron-Cohen, pasien dengan anoreksia dan pasien dengan gangguan spektrum autisme keduanya berbagi fokus perhatian yang sangat sempit; mereka juga sering resisten terhadap perubahan secara rutin dan memerhatikan detail secara akut. Autisme juga sangat sensitif terhadap suara dan beberapa orang dengan anoreksia juga menunjukkan kepekaan terhadap suara, terutama pada suara makan. Mengunyah, bunyi alat makan di piring dapat menjadi siksaaan bagi mereka.

“Di permukaan, autisme dan anoreksia tampaknya jauh berbeda. Orang-orang dengan autisme tidak terbiasa dengan emosi orang lain, sedangkan orang-orang dengan anoreksia umumnya dianggap sebagai orang yang hanya mementingkan penampilan. Tetapi ketika miskonsepsi kedua kondisi ini dihapus, anoreksi dan autisme mempunyai wajah yang sama,” ujar  psikiatris di King’s College London dan direktur program gangguang makan di Rumah Sakit Maudsley Janet Treasure.


Baca juga: 

Kenali Ortoreksia, Gangguan Makan Akibat Obsesi Hidup Sehat


Namun, hubungan antara autisme dengan gangguan makan baru menjadi perhatian sekitar 5 sampai 10 tahun terakhir ini. Riset juga biasanya berfokus pada anak-anak dengan dua gangguan ini dan seberapa baik seseorang pulih dapat bervariasi sesuai usia. Menurut sebuah studi di Swedia pada 2015, remaja yang memiliki autisme dan anoreksia mempunyai kemungkinan yang sama untuk pulih seperti mereka yang hanya menderita anoreksia. Sebaliknya, orang dewasa dengan autisme dan anoreksia secara signifikan kurang mungkin untuk bisa pulih. Janet mengatakan bahwa hal ini dikarenakan autisme sudah mendarah daging. 

Meski pun begitu, informasi mengenai autisme dan hubungannya dengan gangguan makan merupakan infirmasi berharga yang dapat menjadi harapan untuk kualitas hidup yang lebih baik. Dengan penanganan yang tepat, jalan menuju kesembuhan masih ada. 

All pictures: IMDb

Tag:
mental, gangguanmakan, anoreksia, psikologi, autisme
  • share line
  • share bbm
heart 2 People liked this
like liked LIKE
bookmark booked BOOKMARK