Penelitian Terbaru Mengungkapkan Jika Multivitamin Tidak Melindungi Orang Alami Serangan Jantung

1531488021187
  • share line
  • share bbm
Penelitian Terbaru Mengungkapkan Jika Multivitamin Tidak Melindungi Orang Alami Serangan Jantung

Penelitian terbaru mengungkapkan jika multivitamin ternyata tidak memproteksi orang alami serangan jantung. Kesimpulan ini didapat setelah tim peneliti melakukan uji coba klinis dan analisa berbagai penelitian sejak tahun 1970 yang melibatkan 2 juta orang. Secara keseluruhan, mereka tidak menemukan hubungannya antara minum multivitamin dan perkembangan penyakit kardiovaskular, penyakit jantung koroner atau stroke, dan kematian terkait. Kim Joonseok dari jurusan obat Universitas Alabama yang menjadi ketua dari penelitian yang telah dipublikasikan dalamjurnal American Heart Association itu menegaskan jika kesimpulan ini didapat melalui evaluasi bukti-bukti ilmiah.

"Kami tidak menemukan manfaat klinis multivitamin dan penggunaan mineral yang bisa mencegah orang alami serangan jantung, stroke, atau kematian akibat kardiovaskular," ujar Kim.

Sumber: The Guardian

Seperti yang dilansir The Guardian, penelitian ini juga menyebutkan jika tidak ada manfaat kardiovaskukar dari suplemen vitamin yang dikonsumsi karena tubuh kekurangan vitamin, seperti misalnya kekurangan vitamin D. Bahkan jarang sekali terlihat manfaatnya pada mereka yang mengonsumsi multivitamin tetapi sebenarnya tidak perlu meminumnya karena tidak menderita defisiensi. Bahkan dalam beberapa penelitian menunjukkan pada kelompok umur tertentu, mengonsumsi multivitamin justru memberi dampak negatif.

Baca juga: 

Ini Alasan Mengapa Anda Sebaiknya Berhenti Minum Multivitamin

Kim yang juga seorang asisten profesor kardiolodi menambahkan jika sangatlah sulit untuk meyakinkan orang, termasuk para peneliti nutrisi, untuk mengakui multivitamin dan suplemen mineral tidak dapat mencegah penyakit kardiovaskular.

"Saya berharap temuan penelitian ini membantu mengurangi informasi bombastis seputar multivitamin dan suplemen mineral sekaligus mengajak orang untuk menerapkan metode yang lebih terbukti dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular seperti banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan, dan berolahraga," seru Kim.

Kredit foto: JANINE LAMONTAGNE

Ia merasa masih banyak orang menganggap jika temuan seperti itu kontroversial. Padahal, banyak penelitian yang mencatat buah dan sayuran merupakan sumber baik untuk banyak vitamin dan memang berasosiasi dengan rendahnya risiko terkena stroke dan penyakit jantung koroner. Bahkan, jumlah yang dikonsumsi dan seberapa jauh manfaat juga sangat berkaitan kuat. Kalau pun ada penelitian yang menyebutkan multivitamin dan suplemen mineral berkaitan dengan rendahnya risiko penyakit jantung koroner, itu sebenarnya lebih kepada fakta mereka yang mengkonsumsi multivitamin dan suplemen biasanya menjalankan pola makan yang sehat.

Baca juga: 

Tidak Hanya Sehat, 5 Jenis Sayuran Ini Juga Bikin Langsing

Victoria Taylor, ahli diet senior di Yayasan Jantung Inggris, mengatakan banyak orang sadar jika pola makan sehat dapat turunkan risiko penyakit jantung dan peredaran darah. Tidak pernah ada jalan pintas untuk nutrisi. Suplemen bukan pengganti makanan sehat. 

"Anda mungkin diberi resep vitamin atau suplemen mineral oleh seorang profesional kesehatan untuk alasan tertentu, tetapi kami tidak merekomendasikan orang minum multivitamin dengan harapan bisa mencegah penyakit jantung dan peredaran darah. Ketimbang multivitamin, lebih baik fokus pada pola makan sehat, diet seimbang yang memasukkan banyak buah, sayuran, whole grain, ikan, dan lemak tak jenuh seperti minyak zaitun," ungkap Victoria.

Rebecca McManamon, konsultan para ahli diet yang juga juru bicara Asosiasi Diet Inggris, melihat hasil penelitian ini sebagai peringatan jika  masih banyak orang yang jarang makan buah dan sayuran sesuai dengan apa yang dibutuhkan tubuh. Seperti yang direkomendasi berbagai institusi, lima porsi sehari atau lebih dapat menurunkan risiko penyakit jantung, dan juga beberapa jenis kanker. "Multivitamin lebih direkomendasikan untuk anak-anak berumur 6 bulan hingga 5 tahun," tutur Rebecca.

Kredit foto cover: ANTHONY DEVLIN/PA

Tag:
multivitamin, kardiovaskular, penyakit jantung, jantungsehat, penyakitjantungkoroner, tips sehat
  • share line
  • share bbm
heart 5 People liked this
like liked LIKE
bookmark booked BOOKMARK