Kata Pakar: Buat Si Sibuk, Coba Olahraga Intensitas Tinggi Ini

1495166426581
  • Share
Kata Pakar: Buat Si Sibuk, Coba Olahraga Intensitas Tinggi Ini

Olahraga teratur setiap hari memang cara paling baik buat tubuh, supaya tetap sehat dan bugar. Tapi seringkali Anda disibukkan dengan pekerjaan sehingga tak sempat untuk berolahraga.

Seperti dilansir dari MensHealth, saat ini muncul alternatif baru bagi mereka yang tidak sempat berolahraga secara teratur. Olahraga tersebut dikenal sebagai High-Intensity Interval Training (HIIT) atau olahraga intensitas tinggi dalam waktu singkat.

Beberapa metode dari HIIT yang terkenal adalah Crossfit dan Tabata. Video tentang olahraga tersebut ramai beredar di YouTube. Kedua olahraga ini dilakukan dengan cara yang hampir sama yaitu menggabungkan olahraga intensitas tinggi dengan intensitas ringan, dan dilakukan dalam kurun waktu kurang dari satu jam. Contohnya: sprint (lari cepat) selama 2 menit, lalu setelahnya jogging (lari santai) 1 menit, setelah itu sprint lagi, jogging lagi, dan seterusnya. Keduanya diulang sampai beberapa set.

sumber: pinterest

Tak cuma lari, olaharaga intensitas tinggi juga bisa dilakukan untuk jenis olahraga lainnya. Metode Tabata menggabungkan gerakan push-up, jump squat, chin-up, atau gerakan lain. Misalnya, push-up dilakukan selama 20 detik, setelah itu ada interval untuk istirahat selama 10 detik, dan dilanjutkan lagi dengan jump squat selama 20 detik. Siklus tersebut berlanjut hingga 10-15 menit.

Lalu apakah melakukan olahraga intensitas tinggi lebih efektif daripada olahraga pada umumnya? Sebelum melakukan olahraga intensitas tinggi, harus diketahui dulu apa tujuan Anda melakukan olahraga tersebut. Kalau tujuannya untuk mengencangkan otot dan meningkatkan pembakaran lemak, maka olahraga ini cocok untuk dilakukan. Namun, bila tubuh Anda masih tergolong obesitas, disarankan untuk tidak memilih olah raga ini karena lebih sulit dan rawan cedera.

Gerakan yang sering ada dalam Tabata (sumber: livestrong)

Buat Anda yang ingin mencoba, Anda bisa menyimak contoh berikut ini. Sebagai contoh latihan, kita menggunakan latihan lari sebagai bentuk latihan yang paling gampang.

Lakukan latihan ini 2-3 kali dalam sepekan.
Tahap I Minggu 1-2
Sprint                   : 15 detik
Jalan cepat         : 60 detik
Ulangi dua langkah di atas selama 14 menit. Akhiri dengan sprint 15 detik.

Tahap II Minggu 3-4
Sprint                   : 30 detik
Jalan cepat         : 60 detik
Ulangi dua langkah di atas selama selama 17 menit. Akhiri dengan sprint 30 detik.

Tahap III Minggu 5-6
Sprint                   : 30 detik
Jalan cepat         : 30 detik
Ulangi dua langkah di atas selama 19 menit. Akhiri dengan sprint 30 detik

Tahap IV Minggu 7-8
Sprint                   : 30 detik
Jalan cepat         : 15 detik
Ulangi dua langkah di atas selama 20 menit. Akhiri dengan sprint 30 detik.

Jalan cepat, grak! (sumber: DrOz)Supaya terhindar dari cedera, sebaiknya Anda melakukan pemanasan 2-5 menit menjelang latihan. Durasi pemanasan dan latihan HIIT harus terpisah, supaya durasi latihan HIIT Anda sesuai dengan program yang tersusun. Jangan lupa juga untuk konsultasikan ke dokter tentang kondisi kesehatan Anda, sebelum melakukan olahraga ini, ya!

 

Tag:
olahraga
  • Share
9 People liked this
LIKE
BOOKMARK