Ibu Hamil yang Mengidap Preeklampsia Berisiko Alami Demensia di Usia Lanjut

1541901618788
  • share line
  • share bbm
Ibu Hamil yang Mengidap Preeklampsia Berisiko Alami Demensia di Usia Lanjut

Menjaga tekanan darah saat hamil perlu dilakukan secara saksama. Tekanan darah tinggi akibat pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat mampu memicu kondisi preeklampsia, yakni gangguan kesehatan yang lazim terjadi saat usia kandungan menginjak 20 minggu. Kondisi ini biasanya ditemukan pada kehamilan pertama, kehamilan di usia remaja, atau di atas usia 40 tahun, ibu dengan banyak anak, bahkan adanya riwayat preeklampsia di keluarga.



Preeklampsia biasanya ditandai dengan sakit kepala, pembengkakan di bagian kaki dan tangan, muntah dan buang air kecil disertai darah, mual dan muntah berlebih, denyut jantung cepat, bahkan ada pula yang mengalami penglihatan buram atau kebutaan secara tiba-tiba. Jika dibiarkan, preeklampsia dapat menyebabkan gagal ginjal, pembekuan darah, sampai keguguran. Tidak berhenti di situ, dampak preeklampsia ternyata dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Preeclampsia kerap ditandai dengan pembengkakan di bagian tangan dan kaki (Sumber: Premier Health)

Sebuah penelitian dari para ilmuwan di Statens Serum Institut, Denmark, mencoba menggali adanya pengaruh preeklampsia terhadap kesehatan wanita dalam jangka panjang. Tim peneliti yang terdiri dari Salma Basit, Jan Wohlfahrt, dan Heather A. Boyd, menganalisis data lebih dari 1,1 juta wanita di Denmark yang pernah melahirkan setidaknya satu kali selama periode 1978-2015. Para wanita yang menjadi bahan penelitian ini tidak pernah didiagnosis penyakit jantung, serangan jantung, stroke, diabetes, atau demensia sebelum persalinan pertama.



Setelah dilakukan analisis data, peneliti menemukan bahwa wanita yang tercatat mengalami preeklampsia saat hamil berisiko tiga kali lipat mengidap demensia vaskular. Demensia vaskular adalah penurunan daya pikir dan memori yang disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak. Seperti dilansir British Medical Journal, dari 100 ribu wanita yang pernah didiagnosis preeklampsia terdapat 1,44 kasus dementia. Angka ini lebih besar dibandingkan kasus demensia pada wanita yang tidak pernah mengalami preeklampsia, dimana perbandingannya hanya 0,44 kasus dari 100 ribu wanita.

Gangguan kesehatan yang terjadi pada pengidap preeclampsia dapat berisiko keguguran (Sumber: Parenting Journals)



Sayangnya, penelitian ini hanya bersifat observasional, sehingga tidak menjelaskan mengapa preeklampsia dan demensia saling berkaitan. Namun, kedua kondisi ini sama-sama disebabkan oleh tekanan darah tinggi, sehingga diduga inilah pemicunya. Studi bertajuk Pre-eclampsia and Risk of Dementia Later in Life: Nationwide Cohort Study ini menyebutkan, langkah berikutnya yang perlu diambil ialah mereplikasi temuan dalam studi ini dan menganalisis hubungan lebih jauh terhadap kondisi pembuluh darah di otak pada ibu hamil.

(Sumber cover: SheKnows)

Tag:
hamil, jantung, kedokteran, preeklampsia, demensia
  • share line
  • share bbm
heart 2 People liked this
like liked LIKE
bookmark booked BOOKMARK