6 Alasan Telur Makanan Paling Sehat (dan Bisa Membuat Anda Langsing)
Health & Fitness

6 Alasan Telur Makanan Paling Sehat (dan Bisa Membuat Anda Langsing)

Bukan hanya mantan pejabat, ternyata selama ini telur juga sering 'difitnah' sebagai penyebab tingginya kolesterol dalam darah dan dituduh sebagai salah satu penyebab penyakit jantung koroner. Karena itu banyak yang 'terpaksa' atau 'dipaksa' membatasi konsumsi telur hingga hanya dua butir dalam satu minggu. Padahal sayang sekali, karena mengutip dari authoritynutrition.com, penelitian menunjukkan kalau telur adalah salah satu makanan paling bernutrisi. Simak alasannya.

1. Satu butir telur adalah makanan paling bergizi di dunia.
Saya sering ingin menangis kalau mendengar orang hanya mengonsumsi putih telur dan membuang kuningnya. Padahal satu telur utuh itu sangat kaya akan nutrisi. Bayangkan saja, satu telur memiliki nutrisi yang cukup untuk membuat satu anak ayam! Jadi telur memang kaya akan vitamin, mineral, protein bermutu tinggi, lemak baik, dan beberapa nutrisi yang tidak terlalu populer--namun kita tetap memerlukannya. Harus digarisbawahi kalau sebagian besar nutrisi ini terkandung di dalam kuning telurnya, sementara putih telur sebagian besar hanya mengandung protein.

2. Konsumsi telur akan memperbaiki profil kolesterol dan tidak meningkatkan risiko penyakit jantung.
Banyak yang mengerem konsumsi telur karena kolesterol yang dikandungnya; 212 mg setiap butir telur. Memang terdengarnya seperti banyak, tetapi jika Anda rajin membaca referensi kesehatan, mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tidak berarti meningkatkan kolesterol dalam darah. Liver kita sebenarnya memproduksi kolesterol setiap hari. Jika Anda mengonsumsi kolesterol, justru liver akan memproduksi sedikit sebagai tambahan. Sementara jika Anda tidak mengonsumsi kolesterol, liver akan meningkatkan produksi kolesterolnya.

Banyak studi yang telah menunjukkan kalau mengonsumsi telur justru memperbaiki profil kolesterol Anda dengan menaikkan High-Density Lipoprotein (HDL) alias kolesterol baik, dan mengubah tipe low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol buruk, menjadi yang besar dan tidak menyebabkan risiko terhadap penyakit jantung jadi meningkat. Sementara beberapa studi lain menunjukkan peningkatan risiko penyakit jantung jika Anda terkena diabetes. Karena itu, tak perlu ragu mengonsumsi telur, justru kurangilah mengonsumsi makanan manis!

3. Telur kaya akan choline, nutrisi yang penting untuk otak.
Choline atau kolin memang tidak terlalu populer dibandingkan vitamin B kompleks, tetapi merupakan nurisi yang penting dan dibutuhkan oleh banyak proses dalam tubuh. Konsumsi kolin yang rendah juga dihubungkan dengan penyakit liver, penyakit jantung, dan kelainan syaraf. Kolin juga sangat penting untuk perempuan hamil, karena konsumsi yang rendah akan meningkatkan risiko kelainan pada tube syaraf dan berkurang fungsi kognitif pada bayi yang dikandung. 

Sementara survei terakhir yang di lakukan di Amerika Serikat, lebih dari 90 persen penduduk kurang mengonsumsi kolin. Sumber kolin terbaik adalah telur dan hati sapi, karena itu ayo, jangan ragu makan telur!

4. Telur mengandung protein kualitas tinggi dengan asam amino lengkap! 
Kita semua tahu, kalau protein sangat dibutuhkan tubuh baik untuk melakukan fungsinya maupun membangun sel baru, dan protein terdiri dari asam amino. Ada 21 asam amino yang dibutuhkan oleh badan kita, dan sembilan di antaranya tidak bisa diproduksi oleh tubuh sementara sangat dibutuhkan. Kualitas suatu sumber protein ditentukan oleh kandungan asam amino ini dan telur telah diberikan nilai 100 sebagai sumber yang paling sempurna.

5. Telur mengandung antioksidan yang penting untuk kesehatan mata.
Jika selama ini kita pikir wortel adalah satu satunya 'makanan untuk mata' ternyata kurang tepat. Karena ada dua antioksidan yang dikandung telur (tepatnya di kuning telur) dan memiliki fungsi perlindungan ke mata; Lutein dan Zeaxanthin. Kedua antioksidan ini secara signifikan bisa mengurangi risiko degenerasi makula (macular degeneration) dan katarak, yang merupakan penyebab terbesar kebutaan di kalangan manula. Hasil dari satu studi menunjukkan, mengonsumsi kuning telur 1,3 butir per hari selama 4,5 minggu meningkatkan level Zeaxanthin di darah hingga 114-142% dan Lutein hingga 28-50%.

6. Konsumsi telur untuk sarapan dapat membantu Anda menurunkan lemak tubuh.
Telur mengandung sedikit sekali karbohidrat dan banyak protein juga lemak. Karena itu sebagai makanan, telur sangat memuaskan, sehingga ketika dibuat penelitian mengenai turunnya lemak di tubuh, sangat erat hubungan konsumsi telur untuk sarapan dan penurunan persentase lemak tubuh. Penelitian ini memberikan kepada 30 perempuan yang mengalami obesitas telur atau bagel (dengan jumlah konsumsi kalori sama) sebagai menu sarapan mereka. Kelompok yang sarapan dengan telur merasa lebih kenyang dan mengonsumsi lebih sedikit kalori sepanjang hari dibandingkan yang sarapan bagel. Di penghujung penelitian, 8 minggu kemudian, grup yang sarapan dengan telur kehilangan 65% berat badan dan 16% lebih banyak lemak tubuh. 

Jadi, jangan lupa sarapan telur, ya, besok!

Sumber cover: Pixabay

 

  • 0
  • Komentar ( 0 )