Timehop Akui 2 Juta Data Penggunanya Dibobol Hackers

1531540821979
  • share line
  • share bbm
Timehop Akui 2 Juta Data Penggunanya Dibobol Hackers

Pengguna internet saat ini harus lebih waspada dengan data pribadi yang mereka bagikan di media sosial. Setelah Mark Zuckerberg mengakui data pengguna Facebook dijual ke pihak ketiga, Timehop mengungkap kebocoran data 21 juta penggunanya akibat dibobol hackers.

Baca juga: 

Facebook dan Google Batasi Berita Palsu

Aplikasi social memory ini juga mengakui, bukan hanya nama dan alamat email pengguna yang bocor, tetapi juga jenis kelamin dan tanggal lahirnya. Ada sekitar 2,2 juta nama, alamat email, dan tanggal lahir pengguna di Eropa yang bocor, termasuk 181 ribu informasi nama, alamat email, dan nomor telepon pengguna di Eropa.

(Sumber: Timehop)“Tipe data yang baru ini bukan bagian dari pelanggaran kedua. Insiden yang kami umumkan ini hanya insiden yang kami alami sejauh ini. Informasi baru ini sebagai hasil pemeriksaan forensik yang lebih mendalam,” demikian pernyataan dari Timehop.

(Sumber: Softonic)Baca juga: 

Buntut Skandal Kebocoran Data Pengguna, 5 Perusahaan Ini Putus Hubungan dengan Facebook

Seperti Anda ketahui, aplikasi ini digunakan untuk melihat kembali unggahan media sosial yang sudah lama berlalu. Unggahan media sosial itu dikompilasi dari Facebook, Instagram, Twitter, juga Path. Namun Timehop menegaskan, tidak satu pun dari foto-foto kenangan pengguna ini yang diakses hacker.

(Sumber: Techcrunch)Awal minggu ini Timehop mengatakan bahwa data penggunanya dicuri karena aplikasi ini tidak menggunakan two factor authentication (2FA) saat login. Otentikasi ini mengharuskan pengguna menyediakan dua level password, dan kadang kode akses dikirimkan ke gadget lain yang berhubungan dengan akun yang dipakai sebelum bisa login.

Kecerobohan Timehop dinilai seperti kesalahan anak sekolahan. (Sumber: Videezy)Keruan kecerobohan Timehop ini dinilai sebagai 'kesalahan anak sekolahan', sehingga pihak perusahaan yang berbasis di New York ini langsung menyerukan permintaan maafnya. Apalagi, keputusan Timehop menutup layanannya tergolong lambat, baru dua jam dan 19 menit setelah terkena serangan pada 4 Juli 2018 lalu.

Baca juga: 

Kelanjutan Skandal Kebocoran Data, Facebook Blokir 200 Aplikasi

Akibat serangan tersebut, nama, alamat email, dan sebagian nomor telepon pengguna bocor, begitu pula kunci enkripsinya. Kunci enkripsi ini memungkinkan Timehop untuk membaca dan menunjukkan unggahan media sosial pengguna, tetapi tidak termasuk pesan-pesan pribadinya. “Kami sudah menonaktifkan kunci enkripsi ini sehingga tidak bisa lagi dimanfaatkan oleh orang lain,” ujar sumber perusahaan.

(Sumber: Media Group Online)Para pengguna diminta untuk logout dari aplikasi ini untuk me-reset semua kunci enkripsi. “Tidak ada pesan-pesan pribadi atau direct messages, data finansial, konten media sosial, atau data Timehop yang terpengaruh,” tegasnya.

Sayang sekali, padahal Timehop termasuk aplikasi yang cukup banyak peminatnya, ya.

Cover image: Android Central

Tag:
timehop, mediasosial, facebook, kebocorandata, aplikasisocialmemory, datapengguna, medsos
  • share line
  • share bbm
heart 1 People liked this
like liked LIKE
bookmark booked BOOKMARK