Aksi Balas Dendam Jennifer Garner di Film Peppermint (Awas, Bocoran!)

1537005613372
  • share line
  • share bbm
Aksi Balas Dendam Jennifer Garner di Film Peppermint (Awas, Bocoran!)

Tak ada satupun teman yang datang ke acara pesta ulang tahun yang disiapkan Riley North (Jennifer Garner) untuk puterinya, Carly (Caily Fleming). Penyebabnya, ada 'sabotase' dari salah seorang orangtua murid yang terlibat perselisihan dengan Riley.

Untuk menghibur putrinya itulah maka Riley dan suaminya, Chris North (Jeff Hephner), membawa Carly ke taman bermain lokal malam itu untuk merayakan ulang tahun Carly. Namun sayang, momen keluarga tersebut harus berakhir menjadi tragedi pembunuhan, dan di situlah konflik dalam film ini dimulai.

Foto: IMDBBaca juga: 

Aksi Balas Dendam Bruce Willis di Film Death Wish

Carly memesan es krim rasa peppermint malam itu, hanya sesaat sebelum keluarga kecil tersebut bergerak menjauhi kedai penjual es krim dan sekumpulan pria menembaki mereka. Usaha Riley untuk menyelamatkan keduanya pun sia-sia karena suami dan anaknya tersebut meninggal di tempat.

Riley, terbangun dari koma sebulan kemudian, hanya untuk menemui kenyataan pahit bahwa tak ada keadilan untuknya atas kematian suami dan anaknya. Ia bahkan ditawari sejumlah uang untuk 'berdamai' dan tak meneruskan upaya hukum atas kasusnya.

Foto: IMDB

Foto: Pajiba

Baca juga: 

Seru tapi Deja Vu, Ini Film Aksi Distopia Terbaru The Darkest Minds

Film berjudul Peppermint ini secara garis besar mengisahkan aksi balas dendam yang dilakukan Riley North. Lima tahun setelah 'menghilang,' ia pun kembali dan mengeksekusi para anggota drug cartel setempat yang membunuh suami dan anak perempuannya hanya beberapa hari sebelum Natal tersebut. Tak tanggung-tanggung, ia pun 'mengadili' juga para penegak hukum korup yang terlibat dalam persidangannya lima tahun lalu.

Secara umum tema cerita film ini sudah cukup familier dan tak asing lagi. Kehadiran Riley dalam komunitas gelandangan tempat ia bernaung pun mengingatkan kita pada tindakan 'main hakim sendiri yang dilakukan Paul Kersey (Bruce Willis) dalam film Death Wish (2018). Meski memicu pro-kontra atas apa yang ia lakukan, toh, tindakan Riley dan Paul 'mengadili' para penjahat menjadikannya semacam folk hero bagi mereka yang tertindas.

Foto: LATF USA

Foto: Uproxx

Hanya rasanya secara personal saya cukup merasa tak nyaman dengan penggambaran anggota mafia narkoba di film ini. Yang paling mencolok adalah karakter Amerika Latin dan orang-orang bertato yang jelas-jelas punya nama seperti Diego Garcia, Cortez, atau Ortega yang menurut saya masih terasa terlalu mengangkat stereotip dan prasangka. 

Meski demikian, aksi keren Jenifer Garner di film ini rasanya bisa kita anggap sebagai inspirasi ringan. Yaitu bahwa setidaknya perlu waktu lima tahun untuk mengubah kekuatan dan kebugaran diri: dari working mom biasa hingga folk hero super tangguh yang (secara harfiah) tahan banting!

Cover: CineFiles Movie Reviews

Tag:
film, ulasan film, review film
  • share line
  • share bbm
heart 2 People liked this
like liked LIKE
bookmark booked BOOKMARK