Career

5 Kebiasaan Buruk Yang Bisa Merusak Karier

Studi mengungkap, manusia butuh 66 hari untuk membentuk kebiasaan. Di hari-hari awal pekerjaan, kita semua pasti berusaha menciptakan impresi terbaik dengan bertingkah sebaik mungkin. Namun, setelah segalanya berjalan rutin, biasanya tingkah kita pun bak autopilot. Nah, sikap dan tingkah apa yang sudah menjadi kebiasaan?

Berikut ini 5 kebiasaan yang bisa merusak karier seseorang:

Terlalu mengandalkan pesan elektronik dalam segala situasi

Hal ini bisa membuat seseorang terlihat sangat tidak profesional. Untuk topik percakapan yang penting dan krusial, lebih disarankan untuk bicara langsung ketimbang via pesan elektronik.  

Ketika menyangkut hal krusial dan emosi, intonasi punya pengaruh besar. Pesan elektronik (pesan singkat, email) rentan menyebabkan salah pengertian karena tidak ada intonasinya. Bahkan pesan tulus yang bermaksud mendukung bisa dikira komentar menyindir atau sarkasme.

Nah, untuk kasus-kasus yang kurang nyaman, misalnya ada kesalahan atau terjadi konfrontasi, coba bicara langsung ketimbang mencoba menjelaskan via pesan elektronik.

Mencoba keras menjadi orang sempurna

Jangan menyalahartikan ambisi dengan keinginan keras untuk menjadi sempurna. Studi mengatakan, keinginan untuk  menjadi orang sempurna bisa membuat seseorang sulit dipercaya teman kerja.

Riset mengatakan, rahasia mendapatkan kepercayaan teman kerja adalah keseimbangan antara keramahan dan kompetensi. Orang-orang yang melakukan kesalahan kecil akan dinilai sebagai orang yang sedikit ringkih, mudah disukai, dan bisa dipercaya. Jadi, jangan takut untuk menunjukkan sedikit kekonyolan supaya tidak kaku, ya.

Malas bicara langsung dengan teman kantor

Ada teman kantor yang mendapat promosi atau prestasi-prestasi lain, jangan terbiasa memberi selamat via pesan elektronik. Kebiasaan ini bisa membuat Anda kehilangan kesempatan menjalin kedekatan dengan teman-teman kantor.

Riset mengatakan, kontak fisik seperti jabat tangan, pelukan, cium pipi, dan lainnya (asal dalam batas wajar, ya), bisa membantu kedekatan tim yang bisa mendorong kekompakan tim. Nah, penting kan untuk kebaikan bersama?

Mengira bisa melakukan segalanya

Di awal karier, setiap orang memang diharapkan punya sikap fleksibel dan mau mencoba banyak hal. Namun, begitu masuk ke tahapan karier profesional, Anda tidak disarankan mencoba melakukan segalanya sendiri.

Menurut penelitian, orang yang sering melakukan beragam tugas dalam sekali waktu akan menghasilkan karya yang di bawah rata-rata. Lebih disarankan untuk melakukan tugas satu per satu dengan maksimal ketimbang mencoba melakukan banyak hal sekaligus.

Membiarkan diri diperbudak teknologi

Setiap saat, setiap waktu selalu mengecek ponsel? Nah, ini salah satu tanda diperbudak teknologi. Membiarkan diri dibanjiri pesan atau notifikasi dari beragam hal dan selalu membacanya, bisa menunjukkan Anda tak punya kemampuan manajemen waktu yang baik. Selain itu, hal ini juga bisa meningkatkan level stres Anda.

Sarannya, gunakan atau baca email di waktu-waktu yang ditentukan saja. Hindari kebiasaan selalu membaca dan mengecek email setiap saat ada notifikasi. Demikian pula untuk notifikasi dari hal-hal lain yang bisa mengalihkan perhatian Anda dari pekerjaan penting.

 

  •   0
  Komentar ( 0 )
Kirim
Pilih Pakar
Komentar Lainnya
Belum ada komentar