Punya Pengalaman Memalukan Yang Ingin Anda Hapus Dari Ingatan? Ternyata Bisa!
15 March 2019
Apa Anda punya pengalaman memalukan yang rasanya ingin dihapus dari

Apa Anda punya pengalaman memalukan yang rasanya ingin dihapus dari ingatan Anda? Kebanyakan orang mungkin pernah mengalami paling tidak satu hal dalam hidup mereka yang lebih baik mereka tidak ingat. Meskipun sejauh ini belum ada teknologi yang dapat menghapus ingatan yang tidak diinginkan dari otak Anda, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal JNeurosci, telah menemukan apa yang terjadi di otak ketika Anda mencoba melupakan sesuatu.

Ternyata, melupakan sesuatu mungkin melibatkan banyak pikiran yang fokus dan aktif pada memori yang tidak diinginkan, sebelum benar-benar bisa menghilang.

Dalam studi tersebut, peneliti meminta sekelompok orang dewasa untuk mencoba mengingat atau melupakan gambar-gambar yang mereka tunjukkan dari gambar pemandangan dan wajah. Semuanya dilakukan sementara otak mereka dianalisis melalui fMRI. Para ilmuwan menemukan bahwa, korteks visual otak sebenarnya lebih aktif ketika mencoba melupakan daripada saat mencoba mengingat. Alih-alih melupakan kejadian memalukan Anda justru membuat otak semakin aktif dan hasilnya mengingat terus kejadian tersebut.



“Berlawanan dengan pendapat banyak orang, saat Anda ingin melupakan sesuatu, Anda justru  melibatkan lebih banyak informasi yang tidak diinginkan,” jelas peneliti dalam studi itu.

Dengan kata lain, seseorang mungkin perlu berpikir cukup keras tentang sesuatu yang mereka coba lupakan sebagai bagian dari proses "penghapusan" itu. Namun, studi menemukan bahwa berpikir terlalu keras juga dapat menjadi bumerang dan membuat memori tetap melekat.

Jadi, bagaimana cara Anda agar melupakan--atau setidaknya tidak terus mengingat--kejadian memalukan tersebut? Salah satu cara adalah dengan mengakui bahwa mengabaikan suatu pengalaman sama sekali tidak akan membuatnya hilang dari pikiran kita — terutama ketika menyangkut hal-hal yang paling ingin kita lupakan, yang juga mungkin merupakan yang paling menyakitkan dan memalukan. Setidaknya harus ada beberapa tingkat pemrosesan.

Menurut psikolog dan penulis buku Conscious Transitions: The 7 Most Common (and Traumatic) Life Changes, Sheryl Paul, yang bisa Anda lakukan adalah merelakan pengalaman tersebut. Ia mencontohkan proses penyembuhan dan bagaimana bisa move on dari hubungan yang baru putus.

“Jangan sengaja melupakannya tapi berdamailah dengan perasaan tersebut. Seperti mengambil waktu dari gadget dan biarkan diri Anda menangis, bergerak, atau bahkan hanya bernapas melalui rasa sakit di hati Anda,” ujar Shery.

Saat Anda sudah bisa menerima perasaan sakit atau memalukan tersebut dan berdamai dengan perasaan itu, Anda tidak akan dihantui ingatan tersebut.

Cover: 123RF

Forget password
Masukkan email yang Anda daftarkan di Womantalk
Send
Forget password
kode verifikasi telah dikirim ke email Anda
Kirim
Ganti Kata Sandi
confirm password
Kirim
Verify your e-mail
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan ke email Anda
Verify
Change e-mail
Change E-mail